Hijauan menjadi bagian penting dalam pemberian pakan sapi, kambing, dan domba karena menyediakan serat yang mendukung pencernaan. Namun, rumput yang peternak potong pada pagi hari dapat layu, menguning, atau membusuk ketika mereka menumpuknya sembarangan dan membiarkannya terkena panas berlebihan.
Peternak perlu segera menyiapkan tempat penyimpanan setelah memanen rumput agar kualitas hijauan tetap terjaga. Pemilihan waktu panen, kebersihan tempat, sirkulasi udara, dan lama penyimpanan membantu menjaga kondisi hijauan sebelum masuk ke tempat pakan.
Cara Menyimpan Hijauan agar Tetap Segar
1. Panen pada Waktu yang Tepat
Pilih waktu panen ketika cuaca tidak terlalu panas agar rumput tidak cepat kehilangan kesegarannya setelah pemotongan. Peternak dapat memanen pada pagi hari setelah embun mengering atau sore hari ketika sinar matahari mulai berkurang.
Hindari memotong rumput saat tanaman masih sangat basah karena hujan atau embun tebal. Kelembapan berlebih dapat meningkatkan risiko pembusukan ketika peternak menumpuk hijauan tanpa aliran udara yang memadai.
2. Pilih dan Pisahkan Hijauan Berkualitas
Periksa rumput sebelum menyimpannya, lalu singkirkan bagian yang busuk, berlendir, berjamur, atau terkena bahan pencemar. Peternak sebaiknya tidak mencampurkan rumput yang rusak dengan hijauan sehat karena satu tumpukan dapat menyulitkan pemeriksaan kondisi bahan.
Pilih rumput yang masih memiliki warna dan aroma normal untuk menjadi persediaan pakan harian. Peternak juga dapat membaca informasi tentang manfaat rumput gajah untuk ternak agar lebih memahami kegunaan salah satu jenis hijauan yang sering digunakan dalam pemeliharaan ternak.
3. Gunakan Tempat yang Bersih dan Teduh
Letakkan hijauan di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung, hujan, debu, dan kotoran hewan. Peternak dapat menggunakan lantai yang bersih atau alas khusus supaya rumput tidak bersentuhan langsung dengan tanah yang lembap.
Bersihkan area penyimpanan sebelum memasukkan hasil panen baru. Hindari lokasi yang berdekatan dengan pestisida, bahan bakar, limbah, atau benda berbau tajam karena kontaminasi dapat menurunkan kelayakan hijauan sebagai pakan.
4. Atur Tumpukan agar Udara Mengalir
Susun rumput dalam tumpukan yang tidak terlalu besar supaya udara bisa bergerak di antara bahan. Tumpukan yang terlalu padat dapat menyimpan panas dan kelembapan, terutama ketika peternak memasukkan hijauan yang masih basah.
Jika jumlah panen cukup banyak, bagi rumput menjadi beberapa bagian untuk memudahkan pemeriksaan. Peternak juga perlu menghindari penggunaan karung atau wadah tertutup rapat untuk menyimpan hijauan segar dalam kondisi basah karena udara yang terperangkap dapat mempercepat kerusakan.
5. Cacah Rumput Mendekati Waktu Pemberian
Peternak dapat mencacah rumput agar lebih mudah dibagikan dan dicampurkan dengan bahan pakan lainnya. Namun, sebaiknya lakukan pencacahan mendekati waktu pemberian karena potongan kecil lebih mudah mengalami perubahan kualitas jika tersimpan terlalu lama dalam keadaan lembap.
Untuk kebutuhan dalam jumlah besar, peternak bisa menggunakan alat perajang agar pekerjaan lebih praktis. Tetap sesuaikan jumlah rumput yang dicacah dengan kebutuhan harian sehingga peternak tidak menghasilkan terlalu banyak pakan yang akhirnya terbuang.
6. Periksa Kondisi Hijauan Secara Berkala
Periksa persediaan setiap hari untuk menemukan perubahan warna, aroma, suhu, atau tekstur yang tidak normal. Segera pisahkan bahan yang menunjukkan tanda pembusukan dan jangan mencampurkannya kembali dengan rumput yang masih baik.
Simpan hijauan secukupnya untuk kebutuhan jangka pendek dan utamakan penggunaan stok yang lebih dahulu masuk. Jika peternak ingin mengawetkan hasil panen untuk waktu lebih lama, pertimbangkan metode seperti pembuatan silase dengan prosedur yang tepat, bukan sekadar menumpuk rumput segar dalam wadah tertutup.
Kesimpulan
Cara menyimpan hijauan agar segar dimulai dari pemilihan waktu panen, pemeriksaan kualitas rumput, dan penggunaan tempat yang bersih serta teduh. Peternak juga perlu mengatur ukuran tumpukan, menjaga sirkulasi udara, dan memeriksa kondisi persediaan secara rutin.
Dengan penyimpanan yang tepat, peternak dapat mengurangi pemborosan sekaligus menjaga kelayakan hijauan sebelum pemberian. Sesuaikan jumlah panen dengan kebutuhan ternak dan segera pisahkan bahan yang menunjukkan tanda kerusakan.
