Musim kemarau sering membuat rumput langka dan harga pakan naik. Solusinya sederhana: simpan rumput berlimpah saat musim hujan dalam bentuk silase. Silase awet berbulan-bulan, bergizi, dan ternak menyukainya. Berikut cara membuat silase dari rumput yang mudah Anda praktikkan sendiri.
Apa Itu Silase
Silase adalah hijauan segar yang mengalami fermentasi tanpa udara. Peternak di berbagai negara memakai metode ini sejak lama. Bakteri asam laktat mengubah gula dalam rumput menjadi asam, sehingga suasana menjadi asam dan bakteri pembusuk mati. Karena itu, silase tahan lama dan nutrisinya tetap bagus.
Siapkan Bahan dan Alat
Pilih rumput gajah atau rumput odot yang berumur 40 sampai 50 hari, lalu sediakan molase atau dedak halus sebagai sumber gula. Anda juga membutuhkan drum plastik atau kantong silase yang bisa Anda tutup rapat, terpal, alat penekan, dan mesin pencacah.
Panen dan Layukan Rumput
Panen rumput pada pagi atau sore hari. Layukan rumput di tempat teduh selama 4 sampai 6 jam sampai kadar airnya turun menjadi sekitar 60 sampai 65 persen. Rumput yang terlalu basah menghasilkan silase berbau busuk, sedangkan rumput yang terlalu kering sulit memadat.
Cacah Rumput dengan Ukuran yang Pas
Cacah rumput menjadi potongan 2 sampai 5 sentimeter. Ukuran ini memudahkan pemadatan dan mempercepat fermentasi. Gunakan mesin pencacah rumput multifungsi agar hasil potongan seragam dan pekerjaan lebih cepat. Untuk penjelasan lebih lengkap, baca panduan berapa ukuran cacahan pakan ternak sesuai jenis hewan Anda.
Campurkan Bahan Pemacu Fermentasi
Taburkan molase sebanyak 2 sampai 3 persen dari berat rumput. Jika tidak ada molase, gunakan dedak halus sebanyak 5 persen. Larutkan molase dengan sedikit air, lalu percikkan merata ke seluruh cacahan. Bahan ini memberi makanan bagi bakteri asam laktat sehingga fermentasi berjalan cepat.
Padatkan dan Tutup Rapat
Masukkan rumput ke dalam drum lapis demi lapis, lalu tekan sekuat tenaga setelah setiap lapisan. Tujuannya mengusir seluruh udara. Isi drum sampai penuh, lalu tutup rapat dengan penutup atau plastik tebal. Udara yang masih ada memicu jamur, jadi periksa sambungan tutup sekali lagi.
Simpan Selama Fermentasi
Letakkan drum di tempat teduh, kering, dan jauh dari jangkauan tikus. Biarkan fermentasi berlangsung selama 21 sampai 30 hari. Jangan membuka tutup sebelum waktunya karena udara yang masuk merusak proses.
Cek Kualitas Silase
Buka drum setelah masa fermentasi selesai. Silase berkualitas baik beraroma asam segar, berwarna hijau kekuningan, bertekstur padat, dan tidak berlendir. Buang bagian yang berjamur atau berbau busuk, lalu berikan sisanya kepada ternak.
Kesalahan Umum Saat Membuat Silase
Banyak pemula gagal karena udara masih masuk ke dalam drum. Ada pula yang memakai rumput terlalu basah sehingga silase berlendir, atau terlalu tua sehingga seratnya keras dan nutrisinya rendah. Hindari juga membuka drum berulang kali selama fermentasi. Jika Anda menghindari kesalahan itu, hasil silase hampir selalu bagus dan ternak makan dengan lahap.
Cara Memberikan Silase
Berikan silase secara bertahap. Mulailah dari seperempat porsi pakan harian, lalu naikkan sampai porsi penuh dalam satu minggu. Sapi dewasa bisa makan 15 sampai 25 kilogram silase per hari, bergantung pada bobot badan dan campuran pakan lain. Tutup kembali drum setelah Anda mengambil silase supaya sisanya tetap awet.
Kesimpulan
Membuat silase dari rumput tidak rumit. Panen rumput tepat waktu, layukan, cacah, campur molase, padatkan, lalu tutup rapat selama beberapa minggu. Dengan cara ini, Anda menjaga stok pakan sepanjang tahun dan menekan biaya. Butuh mesin pengolah pakan yang andal? Kunjungi Rumah Mesin dan temukan peralatan yang sesuai dengan skala usaha Anda.
