Strategi Memisahkan Kata Kunci Branded dan Non-Branded

Dalam Google Ads, pemilihan kata kunci menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan arah kampanye. Pengiklan tidak hanya perlu memilih keyword yang relevan, tetapi juga memahami karakter pencarian yang dilakukan calon pelanggan. Salah satu langkah yang dapat diterapkan adalah memisahkan kata kunci branded dan non-branded.

Strategi memisahkan kata kunci branded dan non-branded membantu data kampanye dianalisis dengan lebih jelas. Kedua jenis keyword tersebut memiliki karakteristik, tingkat persaingan, dan tujuan pencarian yang berbeda sehingga sebaiknya tidak selalu digabungkan dalam struktur kampanye yang sama.

Apa Itu Kata Kunci Branded?

Kata kunci branded merupakan pencarian yang mengandung nama brand, perusahaan, produk, atau layanan tertentu. Contohnya adalah “Punca Digital”, “Punca Digital Google Ads”, atau nama produk yang secara khusus dikenal oleh pengguna.

Pencarian branded biasanya dilakukan oleh orang yang sudah mengetahui keberadaan bisnis. Karena itu, tingkat relevansinya terhadap brand cenderung lebih tinggi.

Keyword branded dapat digunakan untuk menjaga visibilitas ketika pengguna mencari nama bisnis secara langsung di Google.

Apa Itu Kata Kunci Non-Branded?

Kata kunci non-branded tidak secara langsung mencantumkan nama brand tertentu. Keyword ini biasanya menggambarkan produk, layanan, kebutuhan, atau masalah yang ingin diselesaikan pengguna.

Contohnya adalah “jasa Google Ads”, “jasa iklan online”, atau “agensi digital marketing”. Pengguna yang memakai keyword tersebut mungkin belum mengenal bisnis tertentu.

Karena itu, keyword non-branded sering digunakan untuk menjangkau calon pelanggan baru.

Mengapa Harus Dipisahkan?

Pemisahan keyword membantu pengiklan memahami sumber performa kampanye. Jika branded dan non-branded digabungkan, data konversi dapat terlihat lebih tinggi karena pengguna yang sudah mengenal brand ikut dihitung dalam kelompok yang sama.

Dengan pemisahan tersebut, performa akuisisi pelanggan baru dapat dianalisis secara lebih objektif. Pengiklan juga dapat melihat apakah keyword non-branded benar-benar mampu menghasilkan traffic dan konversi.

Perbedaan Tujuan Kampanye

Kata kunci branded umumnya digunakan untuk mempertahankan kehadiran brand dalam hasil pencarian. Sementara itu, keyword non-branded lebih berorientasi pada penemuan brand oleh audiens baru.

Karena tujuan keduanya berbeda, strategi iklan juga dapat dibuat secara terpisah. Pesan pada iklan branded dapat menonjolkan identitas dan keunggulan bisnis, sedangkan iklan non-branded dapat berfokus pada solusi yang ditawarkan.

Cara Memisahkan Struktur Kampanye

Buat kampanye atau ad group khusus untuk keyword branded. Masukkan variasi nama brand dan produk yang relevan ke dalam kelompok tersebut.

Selanjutnya, buat struktur terpisah untuk keyword non-branded berdasarkan kategori layanan atau produk. Misalnya, bisnis dapat memiliki kelompok “jasa Google Ads”, “jasa SEO”, dan “digital marketing”.

Dengan struktur tersebut, headline dan deskripsi dapat disesuaikan dengan tema pencarian masing-masing.

Gunakan Negative Keyword

Negative keyword dapat digunakan untuk membantu menjaga pemisahan traffic. Misalnya, kampanye non-branded dapat diberikan negative keyword berupa nama brand sendiri agar pencarian branded tidak masuk ke dalam laporan kampanye tersebut.

Langkah ini perlu dilakukan secara hati-hati agar traffic yang sebenarnya relevan tidak ikut terblokir.

Perhatikan Search Intent

Pemisahan keyword tidak cukup hanya berdasarkan ada atau tidaknya nama brand. Search intent juga perlu diperhatikan.

Keyword yang mengandung brand dapat memiliki tujuan berbeda. Pengguna mungkin ingin mencari harga, lokasi, ulasan, kontak, atau layanan tertentu. Karena itu, struktur kampanye dapat dibuat lebih spesifik berdasarkan kebutuhan pengguna.

Bandingkan Performa

Setelah kampanye berjalan, bandingkan performa branded dan non-branded menggunakan metrik yang relevan. CTR, CPC, conversion rate, biaya per konversi, dan nilai konversi dapat digunakan untuk melakukan evaluasi.

Keyword branded biasanya memiliki tingkat konversi berbeda karena pengguna sudah mengenal brand. Oleh sebab itu, hasil kedua kelompok sebaiknya tidak dibandingkan tanpa mempertimbangkan konteks pencarian.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Salah satu kesalahan umum adalah menggabungkan semua keyword ke dalam satu kampanye tanpa mempertimbangkan tujuan pencarian. Kondisi tersebut dapat membuat data menjadi sulit dianalisis.

Kesalahan lain adalah hanya melihat jumlah konversi tanpa mengetahui asal keyword. Konversi dari pengguna yang sudah mengenal brand memiliki karakter berbeda dengan konversi dari calon pelanggan baru.

Optimasi Secara Berkala

Struktur keyword sebaiknya diperiksa secara berkala. Tambahkan keyword baru yang relevan dan evaluasi istilah pencarian yang tidak sesuai.

Data search terms dapat digunakan untuk menemukan variasi keyword yang sebelumnya belum dimasukkan. Keyword yang menghasilkan traffic tidak relevan juga dapat ditambahkan sebagai negative keyword jika memang diperlukan.

Kesimpulan

Strategi memisahkan kata kunci branded dan non-branded membantu pengiklan memperoleh data yang lebih jelas mengenai performa brand dan akuisisi pelanggan baru. Keyword branded dapat digunakan untuk mempertahankan visibilitas, sedangkan non-branded dapat dimanfaatkan untuk menjangkau audiens yang belum mengenal bisnis.

Jika membutuhkan bantuan dalam melakukan riset keyword, menyusun struktur kampanye, dan mengoptimalkan Google Ads, jasa google ads dapat dipertimbangkan agar strategi iklan dapat dikelola secara lebih terarah.

 

By naurah maizani

saya merupakan seorang pelajar dari jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi. Saya merupakan pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab, saya mampu dalam bidang editing foto dan sedang belajar dalam bidang penulisan artikel